Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2020

TENTANG PENERIMAAN

     Sembilan tahun yang lalu, saya adalah seorang ibu yang terus 'bersiteru' dengan diri sendiri. Pernikahan (bagi saya saat itu) ternyata adalah gerbang yang membuat saya seakan kehilangan jati diri. Tentu tanpa menafikan kebahagiaan-kebahagiaan yang dihadirkan pernikahan dalam hidup saya; ada sisi lain dalam diri saya saat itu, yang sedang terperangkap dan belum menemukan jalan keluar.  Seorang gadis yang dibesarkan dengan idealisme dan segudang cita-cita terhadap masa depan, tiba-tiba harus dibawa untuk menyelesaikan cita-cita ‘orang lain’.      Saya ditakdirkan menjadi istri seorang lelaki shalih insyaAllah  yang memberi saya seorang putra dan seorang putri tanpa harus melahirkan; seorang ibu luar biasa harus dipanggil Allah ketika kedua permata hatinya masih begitu belia. Lalu tugas beliau rahimahallah , kemudian Allah embankan pada saya. Di saat kepala saya tidak menyimpan pernikahan sebagai satu di antara keinginan yang harus disegerakan. ...